Berita islam terkini

Kemuliaan Ilmu dan Amal


KEMULIAAN ILMU
KEMULIAAN ILMU

Allah SWT berfirman, “Maka Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman di antara kalian, dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”
(QS. al-Mujadilah: 11)
Kemuliaan Ilmu dan Amal
Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa yang menempuh jalan demi menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga".
(HR. Muslim)

Sebuah riwayat dari al-Auza'i, bahwa suatu ketika ada seorang lelaki yang menemui Abdullah bin Mas'ud RA.
Lelaki itu berkata, “Wahai Abu, amal apakah yang paling utama?”.
Beliau menjawab, “Ilmu”.
Kemudian dia bertanya lagi, “Amal apakah yang paling utama?”.
Beliau menjawab, “Ilmu”.
Lantas lelaki itu berkata, “Aku bertanya kepadamu tentang amal yang paling utama, lantas kamu menjawab ilmu?”.
Mas'ud pun menimpali perkataannya, “Aduhai betapa malangnya dirimu, sesungguhnya ilmu tentang Allah merupakan sebab bermanfaatnya amalmu yang sedikit maupun yang banyak. Dan kebodohan tentang Allah akan menyebabkan amal yang sedikit maupun yang banyak menjadi tidak bermanfaat bagimu.”

Ibnu Masruq berkata, “Sekadar dengan kualitas ilmu yang dimiliki seseorang maka sekadar itulah rasa takutnya kepada Allah. Dan sekadar dengan tingkat kebodohannya maka sekadar itulah hilang rasa takutnya kepada Allah.”

Kemuliaan ilmu tidak serta merta diraih secara mudah dan singkat. Tapi, harus disertai usaha dari si pencari ilmu. Ilmu tak akan datang sendiri tanpa adanya belajar. Membaca, bertanya dan diskusi adalah bagian dari pada usaha. Dalam upaya mencari ilmu, kadang kita menemukan kesulitan, rintangan, serta kegundahan. Kegundahan berupa teman, pikiran ataupun kadang sikap guru yang menurut kita tidak mengenakkan. Tapi, janganlah itu semua kita jadikan sebagai penghambat. Sebaliknya, jadikanlah semua itu sebagai motivasi dalam belajar.

Untuk menjadikan ilmu yang kita punya itu bernilai penuh kemuliaan, maka amalkanlah ilmu itu sehingga bermanfaat bagi orang lain.
Nabi SAW bersabda:
"Sebaik-baik manusia adalah yang memiliki manfaat kepada manusia lain".
(HR. Muslim)

Dengan adanya ilmu, kita bisa memetik manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain yang ada di sekitar kita. Selain belajar, bersabar dan berdoa, ada hal lain yang perlu kita tanamkan dalam hati saat kita mencari ilmu, yakni ikhlas.
Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin:
- Manusia pada hakikatnya mati, kecuali orang yang berilmu.
- Manusia yang berilmu walaupun hidup pada hakikatnya tidur, kecuali orang yang mengamalkan ilmunya.
- Manusia yang mengamalkan ilmunya banyak yang tertipu, kecuali orang yang ikhlas.

Ibnu Wahb menceritakan, suatu saat Abu Darda' RA berkata: "Aku tidak takut apabila kelak ditanyakan kepadaku, “Hai Uwaimir, apa saja yang sudah kamu ketahui ilmunya?”. Namun, aku khawatir jika ditanyakan kepadaku, “Apa yang sudah kamu amalkan dari ilmu yang sudah kamu ketahui?”. Karena Allah tidak akan memberikan ilmu kepada seseorang selama dia hidup di dunia melainkan Allah pasti akan menanyainya pada hari kiamat".
Semua ilmu yang kita miliki hakekatnya berasal dari Allah seperti halnya rezeki, dan semua akan dimintai pertanggungjawabannya kelak.

Ibnu Baththal berkata, “Barangsiapa yang mempelajari qur'an dan hadits demi memalingkan wajah-wajah manusia kepada dirinya (mencari perhatian manusia untuk memperoleh sesuatu/uang) maka kelak di akherat Allah akan memalingkan wajahnya menuju neraka".Wallahu'alam bisshawab

Kemuliaan Ilmu dan Amal Rating: 4.5 Posted by: Abu sigly Ahlussunnah waljamaah