Berita islam terkini

Tuntunan Mengurus Jenazah,Shalat jenazah dan Menguburkan Jenazah

Tuntunan Tata Cara Mengurus Jenazah


TUNTUNAN MERAWAT JENAZAH

Firman Allah S.W.T. :

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.Kemudian hanyalah kepada kami
kamu dikembalikan. ( QS. Al 'Ankabuut : 57).

Merawat jenazah adalah hukumnya wajib kifayah,namun setiap orang tentunya
wajib mengetahui tatacara bagaimana merawat jenazah yang sesuai dengan
tuntunan Islam.Karena kewajiban merawat jenazah yang pertamayaitu
keluarga terdekat,apalagi kalau yang meninggal adalah orangtua atau anak
kita. Kalau kita tidak bisa merawatnya sampai menguburkannya berarti kita
tidak (birrul walidaini) berbakti kepada kedua orangtua kita.
Rasulullah SAW telah bersabda :
" Apabila telah mati anak Adam,maka terputuslah amalnya.Kecuali tiga
perkara,shodaqah jariyah,ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh yang
mau mendo'akan kedua orangtuanya. "
  Jadi kita harus menunjukkan bakti kita yang terakhir apabila orangtua
kita meninggal,yaitu dengan merawat sampai menguburkan serta mendo'akannya.

Tuntunan Mengurus Jenazah,Shalat jenazah dan Menguburkan JenazahTuntunan Mengurus Jenazah,Shalat jenazah dan Menguburkan Jenazah
hal yang lain dan mungkin bisa saja terjadi yaitu,karena ajal
bila sudah tiba saatnya,pastilah tidak bisa ditunda kapanpun dan dimanapun.
Bagaimana kalau kita seandainya sementara kita di tengah hutan belantara
jauh dari pemukiman dan kita punya teman cuma beberapa orang saja,sementara
kita tidak tahu mayat ini harus diapakan, pastilah kita akan berdosa.

Fenomena lain yang banyak terjadi sekarang,terutama di kota-kota besar.
Pengurusan jenazah kebanyakan tidak dilakukan oleh keluarga dekat, bahkan
keluarga tinggal terima bersih karena sudah membayar orang untuk merawatnya,
bahkan samapi mendo'akannya juga minta orang lain yang mendo'akan.

Inilah yang perlu kita pikirkan sepertinya di millist ini belum pernah ada
yang memberikan pencerahan.Mungkin diantara kita masih banyak yang belum
tahu tentang tatacara merawat jenazah dan kalaupun sudah tahu, semoga bisa
mengingatkannya kembali.Dan ini harus kita tanamkan pada diri kita
masing-masing dan juga anak-anak kita untuk jadi anak yang sholeh dan
sholehah, bila kita menghendaki kalau kita mati nanti anak kita dan keluarga
dekat kita yang merawatnya.

Jadi yang jelas pengurusan jenazah adalah menjadi kewajiban keluarga
terdekat si mayit,kalau keluarga yang terdekat tidak ada,barulah orang
muslim yang lainnya berkewajiban untuk merawatnya.

HUKUM MERAWAT JENAZAH

Hukum merawat Jenazah dalah Wajib Kifayah artinya cukup dikerjakan oleh
sebagian masyarakat,bila seluruh masyarakat tidak ada yang merawat maka
seluruh masyarakat akan dituntut dihadapan Allah Swt.sedang bagi orang yang
mengerjakannya,mendapat pahala yang banyak.disisi Allah Swt.

SIAPA ORANG YANG MERAWAT
* Keluarga terdekat (Ayah,Ibunya,Suami/Istrinya,Anak
putra/Putrinya,Kakak/Adiknya dst) namun sebaiknya yang sejenis pria oleh
pria wanita oleh wanita kecuali Suami / istrinya atau ayah dan ibunya.
* Bila Urutan tersebut di atas tidak ada baru beralih kepada
yang lain .

WAKTU PENYELENGGARAAN

Sesegera mungkin,tidak ada keharusan menunggu berkumpulnya seluruh
kerabat.
* Sabda Rasullulah :
* Ada 3(tiga) hal Hai Ali.. Jangan ditunda,
dilarang ditangguhkannya yaitu sholat bila telah datang waktunya,Jenazah
bila telah nyata kematiannya,dan wanita yang tidak ada suami bila telah
menemukan jodohnya.(Al Hadist)
* Percepatkanlah penyelenggaraan jenazah,bila
ia seorang yang baik,perdekatkanlah kebaikannya dan bila tidak demikian,
maka kamu akan lepas kejelekannya tersebut dari bebanmu.

KAIFIAT (CARA PERAWATAN JENAZAH)

Bila telah terang,nyata,jelas ajalnya seseorang,maka segerakanlah
perawatannya, Adapun yang perlu dilakukan adalah :
* Pejamkan matanya.
* Lemaskan terutama tangan,dan kakinya diluruskan.
* Dikatupkan mulutnya,dengan ikatkan kain,dan lingkarkan
dagu, pelipis sampai ubun-ubun.
* Diutamakan ditelentangkan membujur menghadap kiblat dengan
kepala di sebelah kanan kiblat (untuk daerah Sidangoli berarti kepala di
sebelah utara)
* Ditutup muka wajahnya,serta seluruh tubuhnya.
* Mengucapkan kalimat tarji' untuk istirja'(pasrah dengan
ikhlas dan ingat bahwa kita bersama akhirnya juga akan mengalami kematian
(Innalillahi wainna ilaihi rooji'uun (Al Baqorah Ayat 156)
* Mendoakannya (Allahumma ighfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu
anhu) artinya : Ya Allah semoga Alloh mengampuni , melimpahkan kasih
sayangnya,mema'afkannya serta memulyakannya, Al Hadist.
* Menyebarluaskan berita kematiannya kepada keluarga/ ahli
waris, kerabat dan masyarakat lingkungannya.
* Mempersiapkan keperluan/perlengka pan perawatan mayat/
jenazah.
* Keluarga/ ahli waris segera menyelesaikan hak insani/Adam,
utang piutang,mengambil alih tanggunga jawab hingga bagi yang telah wafat
tiada lagi memiliki kewajiban.Kecuali mempertanggung jawabkan amal
perbuatannya.

HAK & KEWAJIBAN TERHADAP JENAZAH
1. Memandikannya / Mensucikannya.
2. Mengkafaninya/ Membungkus seluruh tubuhnya.
3. Mensalatkannya.
4. Menguburkannya.

JENAZAH YANG TIDAK MENDAPAT PERLAKUAN SEPERTI BIASA
1. Mati sahid dalam peperangan tidak perlu dimandikan dan
dikafani cukup dimakamkan dengan pakaiannya yang melekat.
2. Mati di atas perjalanan laut,tak perlu dibawa ke darat
untuk dimakamkan apabila untuk mencapai daratan perlu waktu lama.
3. Mati saat Ihrom,maka kain kafannya cukup pakaian ihromnya
dan tidak boleh diberi parfum sebagaimana jenazah biasa.

MENSUCIKAN JENAZAH
Perlengkapan yang diperlukan :
1. Air suci yang mensucikan yang cukup,dengan dicampuri
bau-bauan
2. Serbuk/larutan kapur barus,untuk meredam bau.
3. Sarung tangan/ handuk tangan untuk membersihkan kotoran darah atau
najis lain.
4. Lidi dan sebagainya untuk membersihkan kuku.
5. Handuk untuk mengeringkan badan/ tubuh mayat selesai dimandikan.

CARA-CARA MEMANDIKAN MAYAT
1. Bujurkanlah jenazah ditempat yang tertutup serta diutamakan
membujur menghadap kiblat dengan kepala di sebelah kanan.
2. Lepaskanlah seluruh pakaian yang melekat dan menutup,serta pengikat
dagu dan pergelangan tangan.
3. Tutuplah bagian auratnya sekedarnya.
4. Lepaskan logam seperti cincin, dan gigi palsunya (Kalau ada)
5. Bersihkan kotoran najisnya dengan didudukkan dan meremas bagian
perutnya hingga kotorannya keluar.
6. Bersihkan rongga mulutnya dari riak atau darah kalau ada
7. Bersihkan kuku-kuku jari kaki dan tangannya.
8. Disunahkan menyiram air mulai anggota yang kanan diawali dari
kepala bagian kanan terus kebawah, kemudian bagian kiri dan diulang
3(tiga) kali

PERHATIAN !!!!!
Dilarang memotong kuku,rambut dsb.karena dilarang menganiaya seseorang
jenazah dengan menimbulkan kerusakan atau cacat tubuhnya.

CARA PELAKSANAAN MEMANDIKAN MAYAT
1. Mulai menyiram anggota wudhu secara urut,tertib,segera dan
rata, hingga 3(tiga) kali serta memulainya anggota wudhu sebelah kanan.
2. Menyiram seluruh tubuh
3. Menggosok seluruh tubuh dengan air sabun.
4. Menyiram berulang kali sejumlah gasal, misalnya 3,5,7,9,11
kali, hingga rata dan bersih sesuai kebutuhan.
5. Menyiram dengan larutan kapur barus atau bau-bauan yang
harum, cendana dsb.
6. Mengeringkan seluruh tubuh badannya dengan handuk hingga
kering

Perhatian :
* Saat menyiram air pada wajah muka,tutuplah lubang mata,
hidung,mulut dan telinganya,agar tidak kemasukan air.
* Apabila anggota tubuh terluka dalam menggosok dan
membersihkan bagian terluka supaya hati-hati dengan lembut seakan
memberlakukan pada waktu masih hidup tidak boleh semena-mena.

MENGKAFANI JENAZAH.
1. Perlengkapan
a. Selembar lingkaran badan dan yang lebih panjang dari seluruh
tubuh.
b. Tujuh utas tali dari sobekan kain putih.
c. Segi tiga tutup kepala/rambut
d. Sehelai tutup dada, dengan berlobang pada bagian lehernya
e. Sehelai tutup aurat dengan terlipat panjang.

Khusus wanita dilengkapi dengan :
f. Kain Basahan,sebagai penutup bagian aurat bawah.
g. Mukena untuk rambut
h. Baju untuk penutup bagian dada dan lengan.

Perhatian :
Bahan perlengkapan,kain putih,cukup yang sederhana,tidak berlebihan
jenisnya,demikian juga bagai jenazah wanita kain basahan,baju,mukena
adalah yang sehari-hari dipakai.

Demikian juga disunahkan bagi mayat laki² dikafani sampai 3 lapis kain,
tiap-tiap lapis hendaknya dapat menutup seluruh tubuhnya,Selain 3 lapis itu
ditambah baju kurung dan sorban.
Adapun bagi mayat wanita disunahkan 5 lapis,masing-masing berupa Sarung,
Baju, Kerudung dan 2 lapis yang menutup seluruh tubuhnya.

2. Kapas
- 5 helai kapas selembar telapak tangan
- 7 Bulatan kecil,penutup lobang
- Serbuk kapur barus,cendana dsb yang berfungsi sebagai pengharum.

PERSIAPAN PENGATURAN BAHAN KAFAN

1. Tali sebanyak 7 diletakkan di:
a. Ujung Kepala
b. Leher
c. Pinggang/ pada lengan tangan
d. Perut
e. Lutut
f. Pergelangan tangan
g. Ujung kaki

2. Letakkan kain memanjang seluruh tubuhnya, serta melebar
lingkaran badan dengan ditaburi serbuk kapur barus.
3. Aturlah dan letakkan sehelai tutup kepala/rambut.
4. Bentangkan tutup dada, dengan masih terhampar ke atas.
5. Letakkan sehelai tutup aurat (Semacam Celdam) memanjang dan melebar
ke bawah dan merupakan kain lipatan
6. Bagi wanita aturlah mukena,baju dan kain basahan yang sesuai dengan
letaknya.

CARA PELAKSANAAN MENGKAFANI

1. Letakkan janazah membujur di atas kain kafan, dalam keadaan
tertutup selubung kain kafan (jangan sampai mayat telanjang secara terbuka).

2. Tutuplah tujuh lubang yaitu,2 mata,2 telinga,2 hidung dan 1.pusar
dengan bulatan kapas yang ditaburi serbuk kapur barus

3. Tutuplah lembaran kapas yang ditaburi sebuk kapur barus pada:
a.Wajah muka
b.Leher kanan & kiri
c. Ketiak kanan & kiri
d.Lengan siku kanan dan kiri
e. Di bawah dan atas peregelangan tangan.
f. Kedua pergelangan kakinya.
g. Kedua lingkaran mulut.

4. Bagi Jenazah pria :
a.Tutuplah segitiga kain putih di bagian rambut kepala dengan ikatan
pada jidat.
b.Katupkan tutup dada melalui lubang pada lehernya
c. Katupkan lipatan tutup Celdam-nya

5. Bagi jenazah Wanita :
a.Letakkan tiga pintalan rambut ke bawah belakang kepala
b.Tutupkan kain mukena pada rambut kepala.
c. Tutupkan belahan kain baju pada dada.
d.Lipatkankain basahan melingkar badan perut dan auratnya, di atas
penutup CD - nya.
6. Katupkan dengan melingkar tubuh badannya kain kafan yang rapat,
tertib, menyeluruh.

SHALAT JENAZAH.
1. Syarat-syarat sholat Jenazah
a. Sholat mayit sama syaratnya dengan sholat
lain yaitu menutup aurat,suci dari hadast besar maupun kecil, bersih
badan, pakain dan tempatnya serta menghadap kiblat.
b. Mayat sudah dimandikan dan dikafani
c. Letak mayat di sebelah kiblat orang yang
menyembahyangkannya , kecuali kalau sholat dilakukan di atas kubur atau
sholat ghoib.

2. Rukun Shalat Mayit.
a. Niat (Usholli "ala Haadza al mayyiti
arba'a takbiiraatin fardo al Kifaayati Ma'muman/Imaaman Lillaahi Ta'ala).

" Aku berniat shalat atas mayit ini dengan empat
kali takbir,fardhu kifayah karena Allah Ta'ala . Allaahu Akbar.

b. Berdiri bagi yang mampu.
c. Takbir empat kali
d. Membaca Fatihah
e. Membaca Sholawat nabi.
f. Mendo'akan mayit.

" Wahai Tuhanku,ampunilah dia,rahmatilah,
sejahterakanlah dan maafkanlah dia,hormatilah kedatangannya,luaskanlah
tempat tinggalnya,bersihkanlah dia dengan air,salju dan embun.
Bersihkanlah dia dari semua dosa, sebagaimana bersihnya kain putih dari
kotoran dan berilah ganti rumahnya yang lebih baik dari rumahnya,ahli yang
lebih baik dari ahlinta, dan istri yang lebih baik dari istrinya, serta
peliharalah dia dari fitnah kubur dan siksa api neraka:.

g. Berdo'a untuk diri sendiri dan untuk mayyit
"Wahai Tuhanku,janganlah Engkau halangi, pahalanya
kepada kami dan janganlah Engkau memberi fitnahsepeninggalny a kepada kami,
serta ampunilah kami dan dia,dan bagi segenap saudara kam yang telah
mendahului kami dengan iman,dan janganlah Engkau jadikan gelisah di dalam
hati kami terhadap orang-orang yang beriman,Wahai Tuhan kami sesungguhnya
Engkau adalah Dzat Yang Maha Belas Kasihan lagi Maha Penyayang".

h. Memberi Salam

Baca Juga:Peringatan Untuk Umat Islam Tentang Kematian Mustafa Kamal Atatürk


Bacaan niat shalat  jenazah

Niat shalat jenazah,boleh dilafadzkan bagi yang suka,bagi yang tidak suka,cukup dalam hati saja.

اُصَلِّي علي هذا الَميّتِ ِلله تعالي


Ushallii 'alaa haadzal mayyiti lillaahi ta'aala
Aku niat menshalatkan mayyit ini, karena Allah Ta'aala


Lafadz

هذا الَميّتِ /haadzal mayyiti

diganti dengan

هذه الَميّتِة /haadzihil mayyitati

jika mayatnya perempuan.
Bacaan setelah takbir pertama.
Setelah takbir pertama,bacaan yang dibaca adalah surat Al Fatihah.Menurut qoul ulama fiqih yang shahih,bacaan Fatihah dalam shalat jenazah tidak diawali dengan bacaan iftitah dan tidak disertai membaca surat pendek setelahnya,seperti halnya shalat pada umumnya. Namun disunatkan membaca ta'awwudz dahulu sebelum membaca Fatihah.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم


A'uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim
Aku berlindung dari syaitan yang terkutuk


Lalu selanjutnya membaca surat Al Fatihah.



Bacaan setelah takbir ke dua.

Bacaan setelah takbir kedua yaitu membaca shalawat kepada Nabi.

أللهم صَلِّ علي محمد وعلي ألِ محمد كما صَلَيْتَ علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم وبارِكْ علي محمد وعلي أل محمد كما باركت علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد


Allaahumma shalli 'alaa  muhammadin, wa 'alaa aali  muhammadin, kamaa shallaita 'alaa ibraahiima,wa 'alaa aali  ibraahiima. Wa baarik 'alaa  muhammadin, wa 'alaa aali  muhammadin, kamaa baarakta 'alaa ibraahiima,wa 'alaa aali  ibraahiima.  Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya.Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya),sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”


Bacaan setelah takbir  ke tiga

Setelah takbir ke tiga, membaca doa di bawah ini :




اللهم اغْفِرْ لَهُ وارْحَمهُ وعافِهِ واعفُ عنه وأَكْرِمْ نُزولَهُ ووسِّعْ مَدخلَهُ واغْسِلْهُ بِماءٍ وثَلْج وبَرَدٍ ونَقِهِ من الخَطايا كما يُنَقَي الثَوبُ الأَبْيَضُ مِنِ الدَنَسِ وأَبْدِلْهُ دارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وأَهْلًا خَيْراً من أهلِهِ وَزَوْجًا خَيْراً مِن زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ القَبْرِ وعَذَابَ النارِ

Allaahummaghfirlahu,warhamhu wa 'aafihi,wa'fu 'anhu,wa akrim nuzuulahu,wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bimaa-in watsaljin wabaradin,wanaqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, waqihi fitnatal qabri wa 'adzaabannaar.

Ya Allah, ampunilah dia,rahmatilah dia,maafkanlah dia, ampunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya,lapangkanlah kuburannya,cucilah kesalahannya dengan air,es dan embun  sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran,gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik,gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik,gantilah istrinya dengan isri yang lebih baik,hindarkanlah dari fitnah kubur dan siksa neraka.



Bacaan setelah takbir ke empat

Setelah takbir ke empat, membaca doa di bawah ini :

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ


Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu,walaa taftinnaa ba'dah

Ya Allah,janganlah Engkau haramkan Kami dari pahalanya,dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya.


Bacaan salam.

Setelah membaca doa takbir ke empat,bacala salam.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
"Keselamatan,rahmat Allah dan keberkahan-Nya semoga untuk kalian semua"



CARA MENGERJAKAN SHALAT JENAZAH
1. Mayit diletakkan paling muka,apabila mayit laki-laki,
hendak nya Imam berdiri menghadap dekat kepala mayit,sedang mayat wanita
Imam menghadap dekat perutnya.
2. Letak Imam paling muka diikuti oleh para ma'mum,jika yang
menyolati sedikit usahakan dibuat 3 baris/shaf.
3. Setelah semua siap lalu dimulai dengan takbiratul ihram oleh
Imam setelah itu baru makmum.(ini Merupakan takbir pertama)
4. Setelah takbiratul ihrom,tangan diletakkan bersedekap lalu
membaca Surat Al Fatihah.
5. Setelah membaca Surat Al Fatihah,lalu takbir lagi dengan
mengangkat kedua tangan,kemudian bersedekap kembali.
6. Dalam posisi bersedekap tersebut membaca Sholawat
(Allaahuma solli a'ala muhammad wa'ala alihi washbihi wasallim)
7. Selesai membaca sholawat,lalu takbir kembali dengan
mengangkat kedua tangan dan bersedekap kembali (ini sedekap ke 3(tiga)
8. Dalam posisi bersedekap membaca do'a (Allohummagfir lahu/ha
warhamhu/ha wa'afihi/ha wa'fu anhu/ha)
9. Selesai berdo'a lalu takbir lagi dengan mengangkat kedua
tangan dan kemudian bersedekap (ini takbir ke empat)
10. Dalam posisi takbir ke 4 Lalu bedo'a (Allahumma laa
tahrimnaa ajrahu/ha walaa taftinna ba'dahu / ha wagfirlana walahu/ha
11. Selesai berdo'a baru salam

MENGUBUR MAYAT
A. Tempat penguburan
Tempat penguburan adalah tempat penguburan khusus
kaum muslimin, terpisah dari kuburan bukan muslim, dan karena diutamakan
pelaksanaan penyelesaian Jenazah sesegera mungkin, maka cukup dikubur di
tempat yang tersedia dan yang terdekat, dengan pengertian tidak selalu
di tempat kuburan keluarga.

B. Persiapan Penguburan.
1. Pembuatan liang lahat sekurang-kurangnya
jangan sampai bau busuk mayit dapat keluar,dan sampai dapat dibongkar oleh
binatang.
2. Pilih tempat yang cukup kuat tanahnya,dari
penggalian binatang buas, cukup jauh dari arus air,tidak mudah longsor dan
hanyut tergusur aliran air.
3. Penutup lubang lahat harus cukup kuat dan
rapat, supaya tidak mudah longsor ke bawah.
4. Keranda Janazah hendaknya tertutup rapat dan
sesederhana mungkin.

Pemberangkatan Jenazah.

1. Segerakanlah pemberangkatan penguburan dengan iring-iringan
terutama keluarga terdekat.
2. Hendaknya berjalan secara cepat-segera.
3. Kaum Wanita, walaupun keluarga terdekat tidak diperkenankan
turut mengiringi jenaah dalam proses penguburan.
4. Bagi yang melihat iringan jenazah hendaknya menghormati dan
berdiri tegak, sampai janazah lewat.


Tata cara Penguburan :
1. Letakkan usungan keranda Janazah di sebelah liang kubur yang
longggar.
2. Dibuka tutup keranda dan selubung jenazah.
3. Dua/tiga orang lelaki,dari keluarga jenazah terdekat dan
diutamakan yang tidak junub pada malam hari, sebelumnya.masuk dalam liang
kubur dengan berdiri,menyiapkan diri menerima jenazah.
4. Masukkan jenazah dari arah kaki , didahulukan kepalanya
dimasukkan (dari arah selatan)
5. Letakkan jenazah secara membujur,arah kepala di sebelah
barat, dan badan jasadnya dihadapkan miring/serong,mukanya menghadap kiblat.
6. Lepaskan semua ikatan tali, serta dilonggarkan kain kafannya
(pipi pelipis tidak harus meneyentuh tanah)
7. Letakkkan gumpalan tanah sebagai penyangga di bagian
belakang badan,kepala,pinggang,perut,kaki,agar jasad tidak terlentang.
8. Tutuplah rongga dengan rapat dengan kayu atau batu untuk
kemudian
ditimbuni tanah yang cukup padat dan rapat.
9. Buatlah onggakan gundukan tanah asal tidak melebihi
sejengkal tangan tingginya.
10. Para pelayat diutamakan turut serta menimbuni tanah dengan
tiga kali taburan tanah.

Lain-lain :
1. Disunahkan berdo'a setelah selesai penguburan sebelum
meninggalkan kuburan dengan harapan siap menjawab pertanyaan Malaikat
Mungkar -Nakir.

2. Setiap mengangkat dan meletakkan mayat hendaklah diiringi
do'a "Bismillah wa'ala millati rosulillah" .artinya :Dengan nama Allah
serta mengikuti tuntunan Rasullah S.A.W..

3. Do'a selesai penguburan :"Ya allah,ampunilah dia dan
kasihinilah dia dan sejahterakanlah dia dan maafkanlah dia dan tempatkanlah
dia di tempat yang terhormat,dan lapangkanlah tempatnya,dan empukkanlah
bumi tempat tidurnya dan jauhkanlah dia darisiksaan kubur,dan lindungilah
dia dari siksaan neraka,Ya allah tetapkanlah dia dengan perkataan yang
benar di dunia dan akhirat.                                          

tatacara mengurus jenazah


berdiskusi dengan seorang saudara Muslim tentang
mengusung jenazah... Beliau memberikan jawaban beserta
dalil sebagai berikut :

"Disyariatkan dalam membawa dan mengantar jenazah dengan cara memikulnya, berkeliling disekitar keranda, hingga seseorang akan memikulnya dari semua pinggirnya Hadits dari Ibnu Majah,Baihaqi dan Abu Dawud dari Ibnu Mas;ud

Lalu syariat yang lain, jenazah diiringkan,haditsnya“jenguklah orang yang sakit dan iringkanlah jenazah,niscaya akan mengingatkanmuu akan hari akhirat hadits riwayat Ahmad dengan orang2 terpercaya.

Lalu selenggarakan atau urus jenazahnya dengan cara :


sabda rasul diriwayatkan oleh Abu Hurairah“cepatlah engkau menyelenggarakan jenazah karena kalau ia baik,berarti engkau cepat mempertemukannya dengan hasil kebaikannya, sebaliknya bila ia jahat berarti engkau segera meletakan kejahatannya diatas pundakmu “
Akan engkau lihat bahwa dalam mengantarkan jenazah itu,engkau beserta Rasullualh saw seolah2 berlari layaknya“ hadits Imam Ahmad, An Nasa’I dari Abu Bakrah
“pada saat meninggalnya Sa’ad bi Mu’adz, Nabi Saw berjalan dengan cepat, sehingga terputus putus tali sandal kami karenanya”–HR Bukhari
Berjalan di depan atau dibelakangnya, di sisi kanan atau sisi kiri dekatnya, jumhur ulama memilih berjalan di depannya.

Tuntunan Mengurus Jenazah,Shalat jenazah dan Menguburkan Jenazah Rating: 4.5 Posted by: Abu sigly Ahlussunnah waljamaah